SARS DAN BABI
Dr. Danial, benarkah ada perkaitan di antara penyakit SARS dengan babi?

Jawapan:
Babi adalah binatang yang amat berbahaya. Di dalam Journal of Virology 1997, dilaporkan kajian yang dilakukan oleh 12 orang pakar-pakar sains yang dipimpin oleh Dr. Yoshihiro Kawaoka dari Universiti Wisconsin. Penemuan mereka jelas menunjukkan, pada kerongkong babi terdapat sel-sel tertentu yang mampu mengubah pelbagai kuman virus kepada bentuk yang berbahaya kepada manusia. Pakar-pakar sains menganggap babi sebagai mixing vessel atau 'tempat pelbagai kuman dikumpulkan untuk diubah kepada bentuk yang berbahaya'.

Mengikut kajian itu juga, virus binatang yang biasanya tidak menjangkiti manusia akan bertukar menjadi kuman yang berbahaya yang menjangkiti manusia, selepas memasuki sel-sel di dalam babi ini. Pendapat ini diperkukuhkan oleh Dr.Virginia Hinshaw, Dekan di Graduate School Universiti Wisconsin-Madison yang berkata, virus sentiasa berubah kepada bentuk yang lain dan babi merupakan satu takungan yang mampu mengubah virus flu kepada bentuk yang lain itu. Yang membimbangkan ialah, sistem pertahanan manusia tidak mampu menangkis serangan dari virus-virus ini.

Pada bulan Ogos 1997, saintis-saintis dari Australia menemui satu lagi virus baru yang menjangkiti babi sebelum menyerang manusia. Ia amat berbahaya kepada manusia dan belum pernah ditemui sebelum ini dan dikenali sebagai virus Menangle dari kumpulan Paramyxovirus. Secara umumnya, sejak tahun 1997, saintis-saintis telah menemui beberapa kuman virus keluaran babi yang boleh menjangkiti manusia. Kuman-kuman ini belum pernah ditemui sebelum ini, di antaranya ialah:

* Porcine Torovirus.
* Porcine Rotavirus (Variant 4F).
* PRRS (Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome Virus).
* H3N2 Swine Flu Virus.

Kuman PRRS (rujuk di atas) membunuh babi dengan cara menyerang sistem pernafasannya. Hal ini adalah sama dengan SARS yang menyerang manusia sekarang. Justeru ramai saintis merumuskan kuman coronavirus yang dikaitkan dengan SARS sekarang berkemungkinan ada perkaitan dengan virus PRRS ini. Cuba perhatikan kenyataan-kenyataan yang dimuatkan di bawah ini untuk lebih terperinci:

Dari Time Asia Online, 7 April, 2003, bahagian Health, 'The Breeding Grounds' dilaporkan: "Pigs are particularly dangerous, because they can be infected by human viruses and those from animals such as rodents and fowl, making them the most potent mixing vessels in which pathogens can mutate and jump from animal species to humans. It's no surprise, then, that southern China is thought to have been ground zero for the deadly SARS virus. For centuries, Guangdong province has had the world's largest concentration of humans, pigs and fowl living in close proximity, explaining why many influenza outbreaks can be traced back to that region."

("Babi adalah berbahaya disebabkan virus-virus boleh berubah di dalamnya kepada bentuk yang membunuh manusia. Berabad-abad lamanya babi dan binatang ternakan seperti itik dan ayam di daerah Guangdong diternak di tempat yang sama dan ini dapat menjelaskan mengapa wabak-wabak flu seringkali berpunca dari situ." - Time Asia Online)

Dalam Globe and Mail, April 11, 2003 di bawah tajuk 'Asians No SARS Risk,PM Says, 'http://www.recomnetwork.org/articles/03/04/12/013209.shtml' Gloria Galloway melaporkan: "A team of German researchers said the new pathogen is only distantly related to known coronaviruses. A second team of international researchers also revealed a tantalizing clue about the origins of SARS: They found that the new human coronavirus behaves in a manner almost identical to a coronavirus that caused an outbreak of respiratory disease among pigs in China. This suggests the pathogen crossed the species barrier from pigs to humans. The researchers also suggested the new virus be named Urbani SARS-related coronavirus, in honour of Carlos Urbani, the Italian doctor credited with spotting the outbreak, who died of SARS."

(Pakar-pakar antarabangsa mendapati kuman coronavirus SARS bertindak lebih kurang sama dengan kuman virus yang menyebabkan penyakit pada sistem pernafasan babi di China. Justeru, besar kemungkinan sumber virus SARS yang menyerang manusia adalah dari babi" - Toronto Globe and Mail)

BBC News, 3 April, 2003, memuatkan satu wawancara dengan wakil Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO), Dr. Mark Salter, berhubung penyakit SARS 'http://news.bbc.co.uk/1/hi/talking_point/2910117.stm'

"Dr Mark Salter:'I think the likelihood of this being connected to any terrorist reaction is so small as to be not a realistic option. The reason I say that is we are looking a major agent that seems to be causing this is called the corona virus - they are commonly found in the environment and corona viruses are responsible for about 15 - 20% of colds in human beings. We also know that they can cause particularly severe disease in pigs and other animals. So these viruses are not uncommon. We also know that some of the corona viruses are able to change when they pass through the pigs and various other animals that they infect and it seems highly likely that what we're seeing is perhaps a pig virus that for whatever reason has changed slightly and been able to get into human beings and now we're seeing it's spreading and causing this problem.' Manisha Tank: 'Well we have to finish there for now. Dr Mark Salter of the World Health Organization, thank you for expanding our knowledge on this subject and do press on with the excellent work. Goodbye'." (Dr. Mark Salter dari WHO: '..Besar kemungkinan wabak yang sedang kita saksikan ini berpunca dari virus babi yang telah berubah sehingga mampu menjangkiti manusia..' - BBC News)

Allah berfirman di dalam Al-Quran: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepadamu bangkai, darah dan daging babi." (Al-Baqarah 2:173) (Untuk perincian sila dapatkan buku 'Perubatan Islam Dan Bukti Sains Moden'oleh Dr. Danial bin Zainal Abidin)